Home KONSULTASI SYARIAH TJ AL QUR'AN

Membaca Al Qur’an Hanya di Hati

456
SHARE

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya.

Mohon penjelasannya, apa boleh kita pada waktu shalat/tilawah membaca Al Qur’an dengan cara di hati, mulut tidak bergerak, pada saat itu baru sakit gigi. Jazaakallahu khair atas penjelasannya.

 

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca surah hendaknya dilafazhkan walau lirih saja, sebab tidak dikatakan tilawah jika tidak dilafazhkan.

Membaca Al Qur’an di hati, belum dikatakan “tilawah”. Kecuali membaca satu ayat di sebuah buku pelajaran, majalah, dalam rangka merenungkannya .. tidak apa-apa.

Imam Al Kasani Rahimahullah berkata:

القراءة لا تكون إلا بتحريك اللسان بالحروف ، ألا ترى أن المصلي القادر على القراءة إذا لم يحرك لسانه بالحروف لا تجوز صلاته

Membaca Al Qur’an tidaklah terwujud kecuali dengan menggerakkan lisan terhadap hurufnya. Apakah Anda tidak melihat orang yang shalat jika tidak menggerakkan lisannya terhadap huruf-huruf maka shalatnya tidak diperbolehkan. (Bada’iy Shana’iy, 4/118).

Imam Malik Rahimahullah pernah ditanya tentang orang yang shalat namun bacaannya tidak terdengar oleh orang lain dan dirinya. Beliau menjawab:

ليست هذه قراءة ، وإنما القراءة ما حرك له اللسان 

Ini bukanlah membaca Al Qur’an, membaca itu hanyalah bagi yang menggerakkan lisannya. (Imam Ibnu Rusyd, Al Bayan wat Tahshil, 1/490).

Dalam Mawahib Al Jalil disebutkan:

لا يجوز إسرار من غير حركة لسانه لأنه إذا لم يحرك لسانه لم يقرأ وإنما فكر..

Tidak boleh menyembunyikan bacaan tanpa menggerakkan lisannya, sebab jika tanpa menggerakkan lisannya maka itu bukan membaca namanya, itu hanyalah merenung.. (Imam Al Hathab, 1/317).

Jadi, saran saya gerakkan bibir, bacalah sesuai tajwid, minimal didengar untuk diri sendiri.

Demikian. Wallahu A’lam.