Home AQIDAH

Syarah Ushul ‘Isyrin Ke-14 (Bag. 3/Terakhir)

249
SHARE
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 60?
والحلف بغير الله وما يلحق بذلك

Bersumpah dengan selain Allah dan berbagai perkara yang berkaitan dengannya.

Yaitu bersumpah dengan menggunakan nama selain Allah Ta’ala, seperti: demi langit dan bumi, demi para malaikat, demi Ka’bah.

Dahulu di hadapan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu, ada seorang yang bersumpah dengan nama Ka’bah (demi Ka’bah), maka Ibnu Umar berkata:

ويحك لا تفعل فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : ( من حلف بغير الله فقد أشرك )

Celaka kamu! Jangan kau lakukan itu, sebab aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan selan nama Allah maka dia melakukan kesyirikan.” (H.R. Ibnu Hibban No. 4358. Syaikh Syu’aib Al Arnauth: shahih, sesuai syarat Imam Muslim).

Menurut Imam At Tirmidzi, umumnya ulama memaknai kata syirik dalam hadits ini sebagai taghlizh (penolakan berat atau peringatan keras), bukan bermakna telah benar-benar murtad atau kafir. Dengan kata lain, walaupun dosa besar, ini masuk kategori syirik kecil.

من المبتدعات كبائر تجب محاربتها

Termasuk bid’ah besar yang wajib di perangi.

Yaitu semua perilaku penyimpangan ziarah kubur yang disebut oleh Imam Syahid di prinsip ke-14 ini, dari awal sampai masalah sumpah kepada selain Allah Ta’ala, semuanya adalah kemungkaran yang wajib diperangi atau dihilangkan.

Sebab, hal itu merusak aqidah, menjauhkan pelakunya dari sunnah yang benar dalam berziarah kubur. Diperangi dengan dakwah yang benar dan hujjah yang kuat.

ولا نتأول لهذه الأعمال سدا للذريعة

Kita tidak melakukan takwil (pembelaan dan pemakluman) terhadap perbuatan-perbuatan tersebut, sebagai upaya menutup jalan menuju keburukan (sadd adz-dzari’ah).

Yaitu semua perbuatan yang menyimpang ini, tidak perlu dicari-cari ‘udzur dan pembelaannya dengan maksud perbuatan tersebut nampak menjadi ringan dan dimaklumi. Sebab, mencari cari pembelaan terhadap penyimpangan dan menganggapnya normal adalah bahaya besar.

Syaikh Abdul Karim Zaidan menjelaskan dalam syarahnya terhadap prinsip ke-14:

وما عدا ذلك من البدع التي أحدثها الناس كالاستعانة بالمقبورين وسائر ما ذكره المرشد رحمه الله من البدع الغليظة التي تجب محاربتها وعدم التلوث بها ولا يجوز أن نرضى بهذه البدع بأي تعليل أو تأويل .

Adapun selain itu, berupa berbagai bid‘ah yang dibuat-buat oleh manusia, seperti meminta pertolongan kepada orang-orang yang telah dikuburkan (orang-orang yang telah meninggal) dan berbagai bid‘ah lainnya yang telah disebutkan oleh Mursyid (Imam Al Banna) —semoga Allah merahmatinya—sebagai bid‘ah-bid‘ah yang berat, yang wajib diperangi dan dijauhi serta tidak boleh kita mengotori diri dengan melakukannya.

Kita tidak boleh meridhai bid‘ah-bid‘ah tersebut dengan alasan atau takwil apa pun.

Demikian. Wallahu A’lam.

✍️ Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah