
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum, Ustadz. Apakah broadcast (BC) berikut landasan haditsnya shahih?
Mengapa Ulama Salaf Mengusap Mata saat Adzan
Apa Sebabnya Para Ulama Salaf Kita Kalau Mendengar Adzan Sampai Pada Lafazh:
“Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah,
Kemudian Para Ulama Salaf Mencium Kedua Jari Jempolnya
Dan Mengusapkan Ke Kelopak Mata, Dengan Mengucapkan :
“Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotul ‘Aini”
Diceritakan Bahwa Nabi Adam ‘Alaihis Salam
Heran Melihat Malaikat Yang Selalu Membuntutinya Dari Belakang,
Sehingga Nabi Adam Bertanya Kepada ALLAH:
“Yaa ALLAH, Mengapa Mereka Selalu Mengikutiku?
“Wahai Adam, Karena Mereka Telah Tertarik Dengan Cahaya Keturunanmu Yang Telah Ada di Sulbimu.
Kemudian Nabi Adam Memohon Agar ALLAH Memindahkan Cahaya Yang Ada Di Sulbinya itu Kedepan.
Maka ALLAH Meletakkan Cahaya Tersebut Di Antara Kedua Alis Nabi Adam.
Maka Dengan Segera Semua Malaikat Berada Di Hadapan Nabi Adam.
Nabi Adam Heran Dengan Kelakuan Para Malaikat Yang Memandang Wajahnya.
Maka Nabi Adam Kemudian Memohon Agar Diperkenankan Melihat Cahaya Itu.
Maka ALLAH SWT Menampakkan Cahaya Tersebut Pada Kuku Kedua Ibu Jari Nabi Adam.
Maka Nabi Adam AS Pun Heran Melihat Keindahan Cahaya Itu, Dan Berkata:
“Yaa ALLAH, Cahaya Siapakah Ini?”
Kemudian ALLAH SWT Menjawab:
“Itu Adalah “NUUR Sayidina Muhammad”
Wahai Adam:
“Kalau Tidak karena Nuur Sayidina Muhammad”,
Maka Tidak Akan AKU Ciptakan Semua Ini”.
Maka ALLAH Menyebutkan Keagungan-Keagungan
Nuur Sayidina Muhammad,
Maka Nabi Adam Sangat Gembira Sekali Dengan Nuur Muhammad Yang Ada Pada Dirinya.
Maka Nabi Adam Mencium Jempolnya Dan Mengucapkan:
“Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotul’aini”.
Kemudian Diusapkan Cahaya Tersebut Di Kedua Kelopak Matanya.
FAEDAH MENCIUM DAN MENGUSAPKANNYA KE MATA SAAT ADZAN
Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Maghrabi Berkata:
وَرُوِيَ عَنْ الْخَضِرِ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ : مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ مَرْحَبًا بِحَبِيبِي وَقُرَّةِ عَيْنِي مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُقَبِّلُ إبْهَامَيْهِ ، وَيَجْعَلُهُمَا عَلَى عَيْنَيْهِ لَمْ يَعْمَ ، وَلَمْ يَرْمَدْ أَبَدًا
(مواهب الجليل في شرح مختصر الشيخ خليل – ج 3 / ص 355)
Diriwayatkan Dari Nabi Khidhir As. Bahwa Ia Berkata:
Barang siapa Yang Mendengar Bacaan Muadzin
“Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”,
Lalu Ia Berdo’a
“Marhaban Bihabibiy Waqurrati Ainiy Muhammadibni Abdillah Saw.”,
Lalu Mengecup Dua Jari Jempolnya Dan Diletakkan [Diusapkan] Ke Kedua Matanya, Maka Ia Tidak Akan Mengalami Buta Dan Sakit Mata Selamanya.” (Mawahib Al-Jalil Syarh Mukhtashar Asy-Syaikh Khalil Juz 3 halaman 355)
#berjuangbersamadanbersaudara
Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:
Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.
Hadits tentang mengusap mata saat adzan tidak shahih menurut para ulama.
Imam As Sakhawiy mengatakan:
ولا يصح في المرفوع من كل هذا شيء
Semua ini sedikit pun tidak shahih secara marfu’ [dari Nabi]. (Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 606)
Imam Asy Syaukani mengatakan:
قال في التذكرة : لا يصح
Dia berkata dalam At Tadzkirah: tidak shahih. (Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 20)
Syaikh Bakr Abu Zaid berkata:
النفخ على الإبهامين ومسح العينين بهما : جهالة ؛ لا أصل له
Meniup kedua jempol dan mengusapnya ke kedua mata adalah jahaalah [tidak diketahui], dan tidak ada dasarnya. (Tashhih Ad Du’a, Hal. 447)
Demikian. Wallahu A’lam.














































