
Pertanyaan:
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Apakah sah jika kita berqurban dengan hewan betina?
Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:
Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh.
Sah.
Rasulullah ﷺ sendiri pernah qurban dengan betina.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ : نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ
Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhuma dia berkata, “Kami menyembelih bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada tahun Hudaibiyah yaitu seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi betina untuk 7 orang.” (H.R. Muslim No. 1318).
Maka dalam kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah:
( الشرط الأول ) وهو متفق عليه بين المذاهب : أن تكون من الأنعام ، وهي الإبل عرابا كانت أو بخاتي ، والبقرة الأهلية ومنها الجواميس والغنم ضأنا كانت أو معزا ويجزئ من كل ذلك الذكور والإناث
Syarat pertama, dan ini disepakati madzhab-madzhab, bahwa hewan qurban adalah dari golongan hewan ternak. Yaitu unta, sapi peliharaan termasuk jawamis (sejenis banteng), dan juga kambing baik yang benggala atau biasa. Dan semua itu sah baik jantan dan betina. (Al Mausu’ah, 5/81–82).
Wallahu A’lam.














































