Home KONSULTASI SYARIAH

Aqad Di Awal Transaksi

49
SHARE
Aqad Di Awal Transaksi
Aqad Di Awal Transaksi

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz…apakah akad “gadai” ini harus diucapkan diawal akad?
Ada kasus, seseorang yang meminjam uang. Kemudian orang yang memberi pinjaman dipegangin motor sampai yang meminjam tersebut bisa mengembalikan hutangnya. Beliau memperbolehkan yang memberi pinjaman memakai motor tersebut. Hanya saja yang meminjam uang, tidak mau disebut kalau transaksi itu disebut gadai. Mhon penjelasannya.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim..

Kalo akadnya gadai, harus disebut sejak awal. Agar tidak terjadi gharar dalam akad.

Jika gadai, maka tidak boleh dimanfaatkan oleh murtahin (pemegang harta gadai).

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata:

عقد الرهن عقد يقصد به الاستيثاق وضمان الدين وليس المقصود منه الاستثمار والربح، وما دام ذلك كذلك فإنه لا يحل للمرتهن أن ينتفع بالعين المرهونة، ولو أذن له الراهن، لانه قرض جر نفعا، وكل قرض جر نفعا فهو ربا.

Akad gadai adalah akad yang dengannya bermaksud untuk menjaga dan menjamin hutang, bukan untuk mengambil keuntungan dan hasil, selama akadnya seperti itu maka dilarang si pemberi pinjaman memanfaatkan harta gadaian, walaun diizinkan oleh penggadai, karena itu menjadi pinjaman yang membuahkan untung, maka setiap untung didapatkan dari pinjaman maka itu riba. (Fiqhus Sunnah, 3/156)

Saran saya, ganti aqadnya dengan SEWA (IJARAH), sehingga dia boleh memakainya tetapi uang yang diberikan bukanlah hutang tapi bayaran atas sewa, sehingga tidak bisa dikembalikan.

Wallahu a’lam.