
Ya, larangan tersebut ada, umumnya ulama mengatakan makruh. Menurut Imam An Nawawi, para ulama sepakat atas kemakruhannya. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 4/209).
Dalilnya:
أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةٍ لَا أَكُفُّ شَعَرًا وَلَا ثَوْبًا
“Aku diperintah untuk sujud dengan tujuh anggota badan, tidak menahan (mengikat) rambut, tidak pula menahan (menggulung) pakaian.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih).
Adapun larangan mengikat rambut ini berlaku bagi laki-laki bukan perempuan.
Imam Al Ghazali Rahimahullah mengatakan:
وقد يكون الكف في شعر الرأس ، فلا يصلين وهو عاقص شعره ، والنهى للرجال
“Mengikat rambut itu adalah rambut kepala, maka janganlah shalat sambil mengikat (menguncir) rambutnya. Larangan ini berlaku bagi laki-laki.” (Imam Al Ghazali, Ihya ‘Ulumuddin, 1/157).
Imam Asy Syaukani mengutip dari Imam Zainuddin Al ‘Iraqi Rahimahullah:
وَهُوَ مُخْتَصٌّ بِالرِّجَالِ دُونَ النِّسَاءِ
“Larangan ini khusus bagi laki-laki bukan wanita.” (Imam Asy Syaukani, Nailul Authar, 2/393).
Wallahu A’lam.
✍️ Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah














































