Home KONSULTASI SYARIAH

Mengajak Memutuskan Silaturrahim

93
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, izin bertanya Tadz..

Bagaimana hukumnya bagi orang yang menyuruh orang lain untuk menjauhi saudara seimannya karena orang tersebut bermasalah sama saudara seimannya tersebut dan orang lain tidak tahu permasalahan yang sebenarnya. Apa yang harus di lakukan Tadz? Syukran

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Itu dosa besar, memutuskan silaturahim. Tidak boleh diikuti tanpa alasan yg benar.

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ

“Ada tiga manusia yang Shalat mereka tidaklah naik melebihi kepala mereka walau sejengkal: yakni seorang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya, seorang isteri yang tidur sementara suaminya sedang marah padanya, dan dua orang bersaudara yang saling memutuskan silaturahim.”

(HR. Ibnu Majah No. 971, Imam Muhammad bin Abdil Hadi As Sindi mengatakan sanadnya shahih dan semua rijalnya tsiqat (kredibel). LihatHasyiyah As Sindi ‘ala Ibni Majah, 2/338)

Imam Al Munawi Rahimahullah memberikan penjelasan:

( وأخوان ) من نسب أو دين ( متصارمان ) أي متهاجران متقاطعان في غير ذات الله تعالى

(Akhwaani – dua orang bersaudara) baik dari saudara karena nasab atau agama (mutashaarimaani) yaitu saling memboikot (hajr) dan memutuskan hubungan bukan karena Allah Ta’ala. (At Taisir bisy Syarhil Jaami’ Ash Shaghiir, 1/969)

Wallahu A’lam