Home KONSULTASI SYARIAH

Mengubah Niat Shalat di Saat Shalat

169
SHARE

Pertanyaan:

Ustadz, seseorang telah melakukan shalat Shubuh. Ketika ingat belum melaksanakan shalat qabliyah, dia shalat Shubuh lagi dengan meniatkan bahwa shalat Shubuh sebelumnya dianggap shalat qabliyah Shubuh. Bagaimana hukumnya?

Jawaban Ustadz  Farid Nu’man Hasan hafizhahullah:

Bismillahirrahmanirrahim.

Mengubah niat shalat di saat shalat sudah mulai baik dari niat sunnah ke wajib atau dari niat wajib ke sunnah, atau dari sunnah ke sunnah, adalah tidak boleh alias tidak sah.

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

قال الماوَرْدِيُّ: نقلُ الصلاةِ إلى صلاةٍ أقسامٌ: أحدُها: نقلُ فرضٍ إلى فرض: فلا يحصلُ واحدٌ منهما، الثاني: نقلُ نفلٍ راتبٍ إلى نفلٍ راتبٍ؛ كَوِتْرٍ إلى سنةِ الفجر فلا يحصلُ واحدٌ منهما، الثالث: نقلُ نفلٍ إلى فرضٍ فلا يحصل واحدٌ منهما

Berkata Al Mawardi: perpindahan shalat ke shalat lain ada beberapa macam:

– Dari wajib ke wajib, tidak sah

– Dari sunnah ke sunnah, seperti dari witir ke sunnah fajar, tidak sah

– Dari sunnah ke fardhu, ini tidak sah.

(Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 4/211)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah mengatakan:

لا يجوز تغيير النية من معيَّن إلى معيَّن ، أو من مطلق إلى معيَّن ، وإنما يجوز تغيير النية من معيَّن إلى مطلق

Tidak boleh mengubah niat dari shalat mu’ayyan [spesifik] ke shalat mu’ayyan, atau dari shalat muthlak ke shalat mu’ayyan, yang boleh adalah perubahan dari mu’ayyan ke muthlak. (Majmu Fatawa, 12/348)

Kasus yang ditanyakan, perubahan dari shalat Shubuh ke qabliyah Shubuh adalah TIDAK SAH. Itu termasuk perubahan wajib ke sunnah, atau istilah lainnya mu’ayyan ke mu’ayyan (shalat yang khusus ke shalat khusus).

Demikian. Wallahu A’lam.