
Pertanyaan:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ustadz, saat kita berdoa meminta sesuatu, lalu setelah itu kita ragu apakah doa kita akan dikabulkan atau berkeyakinan doaku belum tentu juga Allah kabulkan. Salahkah jika seperti itu?
Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Berdoa ada adabnya, salah satunya adalah yakin, mantap, dan berbaik sangka kepada Allah..
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، لِيَعْزِمِ المَسْأَلَةَ، فَإِنَّهُ لاَ مُكْرِهَ لَهُ
Janganlah kamu berdoa: “Ya Allah ampunilah aku jika Engkau mau, rahmatilah aku jika Engkau mau.”, hendaknya dia mantapkan hati atas doanya itu karena sesungguhnya Allah tidaklah dipaksa oleh doanya itu. (H.R. Bukhari No. 6339, 7477, Muslim No. 2679).
Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه
Berdoalah kepada Allah dan kalian meyakininya akan dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah. (H.R. At Tirmidzi No. 3479, Al Hakim No. 1817. Sanad hadits ini dhaif [lemah] namun memiliki beberapa jalur riwayat yang menguatkannya, sehingga para ulama menghasankannya, seperti Syaikh Abdul Qadir Al Arnauth [Raudhatul Muhadditsin No. 4861], Al Mundziri [At Targhib wat Tarhib, 2/491-492], Al Haitsami [Majma’ Az Zawaid, 10/148]).
Demikian. Wallahu A’lam.














































