Home KONSULTASI SYARIAH

Shaf Perempuan Sejajar dengan Shaf Laki-Laki

466
SHARE

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya shalat berjamaah antara laki-laki dan perempuan dengan posisi shaf sejajar, tetapi dibatasi oleh hijab/kain?

Soalnya ada saya temui di daerah saya seperti itu dengan alasan karena pintunya hanya 1 (di bagian belakang), jadi kalau jamaah laki-laki masuk harus melewati jamaah perempuan (sedangkan mushalanya kecil).

Sehingga dibuatlah kebijakan, posisi shaf sejajar antara laki-laki dan perempuan. Sehingga kalau jamaah laki-laki yang masbuk masuk, tidak melewati jamaah perempuan.

Ilustrasi:

=====Imam====
Wanita | Laki-laki
Wanita | Laki-laki

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Shaf seperti itu tidak membatalkan shalat selama ada pembatasnya, baik dinding atau partisi. Adapun jika tidak ada pembatasnya para ulama berbeda batal atau tidak shalatnya.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah menjelaskan:

إذا صلت المرأة بمحاذاة الرجل وكان بينهما حائل من جدار أو فرجة يمكن أن يقوم فيها مصلٍ ، فالصلاة صحيحة عند عامة أهل العلم من الحنفية والمالكية والشافعية والحنابلة. وإنما وقع الخلاف بينهم فيما إذا صلت إلى جنبه بلا حائل ، فذهب الحنفية إلى أنها تُبطل صلاة ثلاثة من الرجال ، واحد عن يمينها ، وآخر عن يسارها ، وثالث خلفها

Jika wanita shalat sejajar dengan laki-laki dan di antara keduanya ada pemisah seperti dinding, atau rongga yang memungkin orang bisa shalat di situ, maka shalatnya tetap sah menurut mayoritas ulama baik Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyyah, dan Hanabilah.

Perselisihan pendapat terjadi jika shalat mereka tanpa adanya pemisah. Hanafiyah mengatakan batal shalatnya bagi tiga orang laki-laki; satu jamaah di samping kanan, satu lagi di samping kiri, yang ketiga di belakangnya. (Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 79122)

Imam An Nawawi Rahimahullah menerangkan tentang ‘tanpa penghalang’:

إذا صلى الرجل وبجنبه امرأة لم تبطل صلاته ولا صلاتها سواء كان إماما أو مأموما ، هذا مذهبنا وبه قال مالك والأكثرون

Jika laki-laki shalat dan di sampingnya ada wanita shalat, maka shalatnya tidak batal begitu juga shalat si wanita itu. Sama saja, baik sebagai imam atau ma’mum. Inilah madzhab kami, juga Malik, dan mayoritas ulama. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 3/331)

Demikian. Wallahu A’lam.