Home KONSULTASI SYARIAH

Akad Ijarah Muntahiyah bit Tamlik

137
SHARE
Akad Ijarah Muntahiyah bit Tamlik

Pertanyaan:

Saya ingin mengajukan pertanyaan kembali.

Bagaimana hukumnya mengenai akad ijarah muntahiyah bit tamlik? Saya mendengar ada beberapa perbedaan pendapat mengenai hal ini. Meskipun DSN-MUI telah mengeluarkan fatwa halal terhadap akad ini, saya ingin mendapatkan insight lain mengenai akad ini. Terlebih, seperti yang sudah kita ketahui bersama, ada beberapa fatwa dari DSN-MUI yang “kontroversial”.

Mohon kiranya Ustadz Farid bisa menjelaskannya.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Bismillahirrahmanirrahim..

Akad ijarah muntahiya bit tamlik, memang diperselisihkan para ulama kontemporer. Sederhananya itu adalah akad yang awalnya sewa kemudian di akhirnya menjadi milik.

Sebagian mereka mengatakan TIDAK BOLEH, seperti yang difatwakan oleh Hai’ah Kibaril ‘Ulama di kerajaan Arab Saudi.

Mereka mengatakan:

وبعد البحث والمناقشة رأى المجلس بالأكثرية أن هذا العقد غير جائز شرعاً

Setelah Majelis mengkaji dan mendiskusikan dengan banyak pihak, bahwasanya akad ini TIDAK BOLEH secara syar’i.

Ada sejumlah alasan, di antaranya:

Akad tersebut mengandung dua akad dalam satu transaksi.

Jual beli itu berpindahnya manfaat dan barang dari penjual ke pembeli, setelah itu penjual tidak lagi memperoleh manfaat.

Sedangkan sewa, tidaklah berpindah kepemilikan, hanya saling memberikan manfaat. Penyewa dan pemilik barang sama-sama dapat manfaat tapi barang tetap miliknya. Dua hal di atas menjadi rusak karena akad ini. Status pembeli pun menjadi rusak, pembeli atau penyewa? Status uang juga tidak jelas bayar sewaan atau bayar jual beli?

Sementara pihak yang membolehkan adalah lembaga fiqih dunia seperti Majma’ Fiqh Al Islami, mereka tidak memukul rata akad Ijarah Muntahiya bit tamlik ini terlarang.

عقد الإجارة المنتهي بالتمليك ، له صور ، منها الجائز ، ومنها الممنوع ، ومن الصور الجائزة أن يكون هناك عقدان مستقلان ، عقد الإجارة ، مع وعد بالتمليك ، ولا يتم التمليك إلا بعقد بيع مستقل بعد انتهاء عقد الإجارة ، ويكون لكل من الطرفين حرية الاختيار في إنشاء هذا العقد أو عدم إنشائه .

Akad Ijarah Muntahiya bit tamlik ada beberapa gambaran, sebagian boleh, sebagian terlarang.

Yang dibolehkan adalah jika akadnya berdiri sendiri. Antara akad sewa, dengan akad perjanjian kepemilikan. Kepemilikan itu tidaklah sempurna kecuali setelah selesainya akad sewanya. Lalu kedua pihak ada kebebasan memilih untuk melanjutkan, atau tidak. (selesai)

Pendapat kedua ini yang lebih tepat, karena sudah menghindari apa-apa yang terlarang seperti gambaran yang disebutkan oleh fatwa Hai’ah Kibaril Ulama.

Demikian. Wallahu a’lam